DOWNLOAD APLIKASI

Perjuangan Bisnis Toko Kelontong di Tengah Pandemi COVID-19

shape image

Perjuangan Bisnis Toko Kelontong di Tengah Pandemi COVID-19


Pemilik Toko Kelontong tak menyerah walau ekonomi ketika ini sedang sulit. Sepasang suami-istri asal Medan menghadapi kondisi pelanggan yang tiba-tiba sepi dampak social distancing sesudah wabah virus corona (COVID-19) menyebar.
Toko mulai sepi sebab orang-orang mulai jarang ke luar rumah. "Sekarang seluruh toko sepi. Barang tidak sedikit nggak jalan (terjual). Orang beli keperluan pokok laksana beras, tersebut tidak lagi laksana dulu. Biasanya beli karungan, kini berubah jadi kiloan. Jadi tersebut efeknya yang benar-benar terasa," kisah Erika laksana dikutip dari website Grab, Jumat (27/3/2020)
Nico dan Erika tidak bermukim diam menghadapi kondisi tersebut. Jika pelanggan berkurang sebab semua orang sedang merealisasikan imbauan sosial distancing, maka mereka menyiasatinya dengan membuka pemesanan barang melewati WhatsApp.
Dengan teknik demikian pelanggan bukan lagi perlu datang, lumayan mengirim pesan saja maka barang yang diharapkan akan dikirimkan ke tujuan. Layanan delivery dulunya biasa dipakai untuk pelanggan yang memesan galon. Akan namun sekarang, layanan tersebut dapat dipakai guna mengirim pesanan barang apapun. Tentunya, seluruh pengantar disarankan menjaga kesucian dan memakai alat pelindung diri juga.
"Bisa WhatsApp guna beli apapun. Roti dan makanan enteng pun kami layani, diantarkan kalau terdapat yang memesan. Jadi bukan hanya galon dan gas saja yang dapat diantarkan. Bagi pembayaran kami imbau memakai OVO agar lebih cepat dan higienis" jelas Erika.
Nico dan Erika ialah sepasang dari tidak sedikit wirausahawan mikro dan sekarang tengah berusaha melawan akibat pandemi COVID-19 di Medan. Diera digital ini masyarakat dituntut memiliki sekian banyak  inisiatif guna menyokong upaya tersebut, yakni melewati gerakan #KitaVSCorona yang dikenalkan di sekian banyak  wilayah di Indonesia, tergolong Medan.
"Bergabung dengan authorized dealer pulsa elektrik all operator kami kerjakan untuk unik minat pembeli yang datang ke toko kami untuk mengerjakan pembayaran tagihan bulanan, contohnya listrik atau BPJS. Jadi bila ada yang inginkan bayar tagihan, pulangnya tentu belanja," ujar Nico yang telah 20 tahun merintis usaha kios.
Saat ini situasi toko kelontong yang dikelola Nico bareng istrinya telah jauh berubah bila dikomparasikan dengan ketika kesatu kali merintis. Jika dulu masih berdinding papan 2×3 meter, kini sudah lebih banyak dan dapat menyediakan lebih tidak sedikit barang. Kemudian melewati Server Padi Reload, Nico pun memperluas layanannya hingga pada top-up Grab dan Payment Point Online Bank (PPOB) guna tagihan secara online laksana listrik, PDAM, serta BPJS.
Copyright © KIOS PULSA MURAH - Perusahaan Distributor Pulsa All Operator Termurah dan Terpercaya.